Antarabangsa

Manusia Kerdil di Flores Bukan Spesies Manusia Seperti Kita?

Semua pasti tahu tentang ‘The Hobbit’ dalam cerita ‘The Lord of The Rings’ tapi tahukah anda, para ilmuan telah menemukan ciri-ciri manusia kerdil ini di Flores, Indonesia. Walau bagaimanapun kajian mendapati manusia kerdil ini bukan manusia seperti kita.

Oleh itu, spesies apakah manusia kerdil ini?

Manusia kerdil dari Flores ini ditemukan pada tahun 2003 oleh para arkeologi dari Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas), Indonesia. EW Saptomo dari Arkenas menjadi salah satu arkeologi dunia paling berpengaruh disebabkan penemuan ini.

Manusia kerdil ini mempunyai ketinggian lebih kurang 1.1 meter itu dinyatakan sebagai spesies Homo floresiensis. Namun, setelah penemuan diterbitkan dalam jurnal Nature, identiti spesies  tersebut menjadi kontroversi.

Sejumlah ilmuwan menganggap bahawa “The Hobbit” merupakan anggota spesies Homo erectus. Tetapi “The Hobbit” mengalami isolasi dan evolusi sehingga mengecil.

Sementara itu, ilmuwan lain menganggap, manusia yang kerdil yang mempunyai berat badan sebanyak 25 kilogram ini adalah Homo floresiensis, iaitu spesies baru.

Satu kelompok ilmuwan lain menyatakan, manusia kerdil itu sebenarnya adalah manusia (Homo sapiens). Namun, jenis itu memiliki otak yang kecil, hanya sebesar anggur.

flores-564e445cf2927336194536e4
Sumber Gambar: kompasiana.com

Antoine Balzeau, ilmuwan dari Natural History Museum Perancis, meneliti kembali tulang belulang “The Hobbit” dan bekerjasama dengan Philippe Charlier, ahli misteri medik kuno dari Paris Descartes University.

Menggunakan teknologi pengimbasan tinggi, Balzeau dan Charlier menganalisis tulang tengkorak manusia yang ditemukan di Liang Bua, Flores, itu.

flores4-564e476ab79373e50dc28784
Sumber Gambar: kompasiana.com

“Sejauh ini, kami membuat kesimpulan berdasarkan gambar yang belum banyak dilihat dan dianalisis sebelum ini,” kata Balzeau seperti dikutip Telegraph, Selasa (16/2/2016).

Balzeau mengatakan, ada banyak informasi yang terdapat pada setiap lapisan tulang tengkorak. Namun, dia mengatakan, “Tak ada ciri-ciri dari spesies kita.”

flores6-564e4911e2afbd060e2b1fcc
Sumber Gambar: kompasiana.com

Meskipun menemukan tanda-tanda adanya penyakit, Balzeau dan Charlier tidak menemukan tanda penyakit itu berhubungan dengan kelainan genetik yang menyebabkan mereka kerdil.

Hasil kajian ini berhasil menyingkirkan satu kemungkinan tentang identitas “The Hobbit”. Kini, pilihannya hanya apakah “The Hobbit” adalah Homo erectus atau Homo floresiensis. Yang pasti, dia bukan Homo sapiens.

flores5-564e4827d27e6127048b4567
Sumber Gambar: kompasiana.com
Namun, apa yang lebih menakjubkan ialah kemungkinan besar keturunan Homo floresiensis masih ada sehingga kini. Ini adalah Victor Darung, 83, (kedua dari kanan) dan istri bersama ketua pelancongan Manggarai Valentinus Sene (kanan ) di Rampasasa hamlet, Kabupaten Waeri, Manggarai.
flores7-564e9eaf929773d604e3557e
Sumber Gambar: kompasiana.com
Darung dipercayai merupakan keturunan dari Homo floresiensis species, yang hidup di Flores sekitar 18,000 years ago.
Kajian lebih terperinci sedang dilakukan oleh pelbagai ilmuan dan pengkaji dari seluruh dunia, ada yang dari Jepun, Australia dan Indonesia sendiri. Mereka perlu menelusuri wilayah Flores dengan lebih mendalam lagi termasuk di pinggir pantai untuk menemukan bahan peninggalan purba seperti peralatan, sedimen ataupun tulang berlulang manusia purba.

Apa yang pasti penemuan manusia kerdil Flores ini telah menimbulkan dimensi baru sejarah evolusi manusia modern.

Sumber : http://www.kompasiana.com/rrnoor/manusia-kerdil-flores-menguak-sejarah-evolusi-manusia_564e4aa14723bd3117cfcdad

http://sains.kompas.com/read/2016/02/16/17250351/Teka-teki.The.Hobbit.dari.Flores.Terungkap.Dia.Bukan.Manusia.seperti.Kita
Tags
Show More

Related Articles